Senin, 11 November 2013

MPR SEWA HOTEL CIWIDEY



MPR SEWA HOTEL CIWIDEY

MPR Sewa Hotel Ciwidey, terdapat beberapa komponen dalam hubungan masyarakat dalam pemasaran (Marketing Public Relations) yang menurut Kotler, Bowen, and Makens (2003:604) adalah publikasi, events, berita, kegiatan sosial, serta media identitas. Dalam hal publikasi, perusahaan sangat bergantung kepada materi komunikasi agar dapat meraih dan mempengaruhi pasar sasaran. 

MPR SEWA HOTEL CIWIDEY
Dalam hal ini anak perusahaan harus dapat menjalin hubungan dengan editor dan jurnalis yang merupakan bagian dari pers dan media. Kualitas dari hubungan ini akan berdampak terhadap berita dan cerita perusahaan yang akan membentuk opini publik. Yang termasuk ke dalam publikasi adalah laporan tahunan, brosur,  kartu, artikel, materi audio visual, newsletter dan majalah perusahaan. Brosur mempunyai peran yang sangat penting dalam menginformasikan kepada pelanggan sasaran mengenai produk, bagaimana cara kerjanya, bagaimana proses pembuatannya. 

Artikel yang dibuat oleh eksekutif perusahaan bisa menarik perhatian mengenai perusahaan dan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Newsletter dan majalah perusahaan dapat membantu membangun citra dan memberikan berita penting bagi perusahaan. Audiovisual seperti film, slides, kaset video dan kaset audio semakin tinggi kegunaannya sebagai alat promosi.

Acara-acara khusus yang diadakan oleh perusahaan dapat menarik perhatian pasar. Adapun acara khusus tersebut dibagi menjadi product events yaitu events yang berorientasi produk dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan serta corporate event yaitu suatu events yang dirancang dan diselenggarakan perusahaan dengan nuansa hiburan yang diliput oleh media local sehingga akan membangkitkan kesadaran, goodwill dan minat.  

Yang termasuk ke dalam acara khusus ini adalah konferensi, seminar, outings, eksibisi, kontes dan kompetisi, perayaan tahunan, dan sponsorship terhadap acara budaya dan acara olah raga yang akan menjangkau publik sasaran. Mensponsori acara kegiatan olah raga memungkinkan perusahaan untuk mengundang supplier, jurnalis, distributor dan para pelanggan, selain juga dapat memberikan perhatian berulang mengenai nama perusahaan beserta produknya.

Kami admin hotel ciwidey mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para tamu wisatawan yang telah berkunjung ke hotel di ciwidey. Terima kasih sudah mempercayai kami dengan melakukan booking hotel ciwidey secara online di situs http://hotelciwidey.com. Kami berharap Anda puas terhadap pelayanan kami, saran dan kritikan atau apapun yang ingin mengenai pelayanan di hotel ciwidey eMTe Highland Resort silahkan sms ke HP 081323739973 atau kirim email ke admin@hotelciwidey.com, untuk perbaikan pelayanan kami dikemudian hari.

MPR SEWA HOTEL CIWIDEY
Selain menyelenggarakan events khusus, tugas utama hubungan masyarakat (public relations) yang profesional adalah untuk mencari atau menciptakan berita yang menguntungkan perusahaan, produknya, serta orang-orangnya. Pembuatan berita memerlukan keahlian dalam mengembangkan konsep cerita, melakukan penelitian, serta menulis press release. 

Tidak hanya mempersiapkan berita, seorang hubungan masyarakat (public relations) harus membuat media menerima press release yang dibuatnya dan membuat konferensi pers serta mengerti kebutuhan pers akan cerita yang menarik dan tepat waktu yang ditulis dengan baik dan menarik perhatian. Speeches merupakan alat lain dalam menghasilkan produk dan publisitas perusahaan. Perusahaan memilih juru bicara yang mewakili perusahaan secara hati-hati. Dalam hal ini perusahaan menggunakan pakar untuk membantu meningkatkan kemampuan berbicara si juru bicara tersebut.

Perusahaan dapat meningkatkan goodwill nya dengan memberikan kontribusi uang dan waktu untuk hal-hal yang terpuji. Perusahaan besar akan mendukung kegiatan sosial dalam lingkungan perusahaannya atau akan mendonasikan uangnya untuk tujuan tertentu sehubungan dengan pembelian konsumen. 

Dalam kehidupan di mana terdapat komunikasi yang berlebihan, perusahaan harus berlomba-lomba menarik perhatian publik. Mereka harus menciptakan identitas visual di mana publik mengenalinya. Identitas visual suatu perusahaan dapat berupa logo, alat tulis, brosur, tanda, kartu nama, bangunan, seragam, atau kode etik dalam berpakaian.

Peran MPR dalam industri perhotelan sangatlah penting dalam rangka lebih memantapkan keberadaannya di tengah masyarakat. Untuk itu pihak hotel melakukan pengenalan diri, mendapat pengakuan, memperoleh penghargaan atau kepercayaan serta bantuan dari masyarakat khususnya dari para pelanggannya. 

Hal tersebut dilakukan melalui hubungan masyarakat (public relations) yang merupakan penghubung antara pihak  hotel dengan publik mengingat hotel memiliki komitmen tertentu terhadap masyarakat yang harus dipenuhinya. 

Peran MPR dalam industri perhotelan didasarkan oleh beberapa alasan yaitu semakin jauhnya jarak antara pihak hotel dengan para tamu hotel mengingat semakin kompleksnya industri perhotelan, tingginya tingkat persaingan, kritik yang timbul yang harus diselesaikan secara professional, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus dimanfaatkan dalam memperkenalkan produk serta fasilitas hotel, semakin pintar dan kritisnya masyarakat menyebabkan pihak hotel harus memiliki strategi khusus dalam memberikan penjelasan yang berhubungan dengan kegiatan perhotelan (Oka 1995:225). 

MPR SEWA HOTEL CIWIDEY
Karenanya peranan MPR dalam industri perhotelan yang dianggap paling penting adalah menjaga citra positif di masyarakat, mengatasi publisitas negative, serta meningkatkan keefektifan elemen-elemen bauran promosi lainnya (Morrison 2002:488).

MPR dalam industri perhotelan dinyatakan sebagai suatu kegiatan komunikasi untuk mengembangkan citra yang baik, meningkatkan kredibilitas, dan rasa kepercayaan kepada para pelanggan hotel. Adapun fungsi MPR adalah membuat evaluasi dan analisis mengenai pendapat para pelanggan hotel khususnya yang berhubungan dengan layanan yang diberikan oleh suatu hotel memberikan masukan dan usul mengenai cara menangani pendapat, opini atau kritik yang ditujukan pada pihak hotel, mempengaruhi para pelanggan hotel melalui teknik komunikasi yang baik sehingga dapat meningkatkan citra hotel yang lebih baik lagi di mata para tamu hotel (Oka 1995:227).


NILAI PELANGGAN

1.       Konsep Nilai Pelanggan 

Value Chain marketing yaitu suatu pendekatan yang menghubungkan proses pemasaran dengan nilai pemegang saham, nilai pelanggan, serta nilai karyawan. Nilai pemegang saham lebih bersifat terukur, lebih mudah difahami oleh para investor serta dipakai sebagai ukuran finansial. Nilai pemegang saham ini akan tercapai apabila perusahaan memiliki nilai pelanggan superior melalui keunggulan bersaing yang dapat dicapai melalui tiga tahapan utama yaitu value exploration, value creation, dan value delivery. 

Semuanya ini harus didukung oleh nilai karyawan. Value exploration merupakan pemahaman terhadap nilai pemegang saham, nilai pelanggan, serta nilai stockholders yang diwakili oleh pihak karyawan. Pemahaman yang baik terhadap tiga komponen nilai ini akan berpengaruh terhadap value creation. Pemegang saham memberikan kontribusi kepada perusahaan dalam bentuk peramalan keuangan, modal, dan umpan balik sehingga akan tercermin di dalam harga saham di bursa, pertumbuhan laba, rasio keuangan, majemen perusahaan, informasi tentang urusan perusahaan serta kemauan baik dari perusahaan. 

Pelanggan memberikan kontribusinya dalam bentuk uang, dorongan dan kompetisi, umpan balik, serta spesifikasi desain. Dalam hal nilai yang diberikan tidak cukup secara fungsional saja akan tetapi juga secara emosional. Nilai tersebut hanya akan sampai pada para pelanggan melalui sumber daya yang berada dalam organisasi yaitu para karyawan. Kontribusi dari para karyawan dapat berupa tenaga, layanan, keahlian, ide dan inovasi, serta budaya yang ada di perusahaan. 

Value delivery ini merupakan pemberian nilai tambah pada tiap tahapan dalam aliran nilai sesuai dengan proposisi nilai yang dijanjikan serta melalui berbagai proses secara kontinyu dan didasarkan kepada budaya yang customer centric (A.B Susanto 2004:8).

Dengan demikian value chain marketing mengintegrasika dan mengkoordinasikan semua fungsi bisnis, memenuhi kebutuhan pelanggan dan tetap menjaga hubungan antara para pelanggan dengan memberikan pelayanan yang superior sehingga diperoleh customer equity yang tinggi (A.B Susanto 2004:4).

Menurut Faisal (2005), keseluruhan rantai nilai itu dinamakan Manajemen Hubungan Nilai (Relationship Value Management) yang terdiri dari unsur-unsur external stakeholders value yaitu stareholders, other influence markets, supplier and alliance markets, customer value yang terbagi menjadi customers markets dan refferal markets, serta employee value yang terdiri dari internal markets dan recruitments markets. Value yang berasal dari eksternal stakesholders, customer dan employee ini akan membentuk total value process yang terbagi ke dalam tahapan value determination, value creation, value delivery serta value assessment. 

Total value proces ini akan membentuk suatu value proposition yang berkesinambungan sehingga akan menghasilkan superior customer value yang akan meningkatkan manfaat dan juga profit.
Perhatian konsumen dan pemasar terhadap konsep nilai meningkat dan nilai itu sendiri dianggap sebagai sumber dari keunggulan dalam bersaing di masa yang akan datang. Saat ini nilai pelanggan sangatlah berpengaruh terhadap suatu bisnis dalam pencapaian tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Suatu bisnis yang menciptakan nilai terhadap para pelanggan diharapkan akan menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik. 

Sehubungan dengan itu, Hanny (2004:11-18) merangkum hasil-hasil penelitian mengenai nilai dengan menyatakan bahwa penyampaian nilai superior kepada pelanggan akan mempengaruhi keinginan untuk membeli dan retensi pelanggan, yang secara konsekuen akan meningkatkan kinerja keuangan dari bisnis tersebut. Holbrook (1999:5) mendefinisikan nilai pelanggan sebagai pengalaman preferensi yang relaktif dan interaktif. Menurut Zeithaml (1998) nilai pelanggan bisa diidentifikasikan ke dalam empat arti yang berbeda yaitu (1) nilai adalah harga murah (2) nilai adalah apapun yang diinginkan seseorang dari suatu produk (3) nilai adalah kualitas yang diterima konsumen dari apa yang telah ia bayarkan dan (4) nilai adalah apa yang konsumen dapatkan sebagai imbalan atas apa yang telah mereka berikan. Sehingga menurut Flint, Woodruff et al (1997) nilai bisa diklasifikasikan sebagai nilai, nilai yang diinginkan (desire value), dan nilai pertimbangan (judgement value). 


Wahyuningsih (2004:3-10) juga merangkum hasil-hasil penelitian mengenai nilai dengan menyatakan bahwa nilai pelanggan dalam literatur pemasaran secara umum didefinisikan dari perspektif pelanggan (Patterson and Spreng 1997). Bolton and Drew (1991) berpendapat bahwa mendefinisikan nilai sebagai fungsi kualitas tidaklah cukup. 

Monroe (1990) dan Gale (1994) menyatakan bahwa kualitas produk atau jasa dianggap sebagai manfaat utama pelanggan, tetapi bagaimanapun juga manfaat yang diterima dinyatakan sebagai suatu dinyatakan sebagai suatu kombinasi dari atribut fisik, atribut jasa , dukungan teknis, kompetensi, posisi pasar, dan penghargaan sosial. Di lain pihak, pengorbanan diidentifikasikan dengan berbagai macam interpretasi, dinyatakan sebagai total biaya atau dimensi lain yang lebih luas. Van der Hear (2001) menyatakan bahwa pengorbanan yang diterima meliputi aspek tangible dan intangible. 

Dalam hal ini total biaya, pengorbanan yang dikeluarkan adalah seluruh biaya yang dihadapi para pembeli dalam melakukan pembelian, seperti harga, biaya akuisisi, transportasi instalasi, penanganan pesanan, perbaikan dan pemeliharaan (Ravald and Gronroos, 1996). Bahkan Christopher (1996) menambahkan biaya persediaan dan carrying, biaya perbaikan, running cost, biaya pembuangan, ke dalam total biaya. 

Pengorbanan yang dikeluarkan harus juga memasukkan faktor non moneter seperti waktu dan usaha (Treacy and Wiersema 1993) dan resiko kegagalan atau kinerja yang buruk (Ravald and Gronroos, 1996). Sementara itu, Sheth et al (1991) berpendapat bahwa yang termasuk dalam komponen biaya adalah moneter, waktu, resiko, manusia, dan energi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes